JUMINTAN | KENALI DAN HINDARI RABIES
Sahabat setia, tahu gak sih ada seseorang bernama Esser yang pertama melaporkan kasus
rabies di Indonesia pada tahun 1884 pada seekor kerbau sedangkan pada manusia oleh Eilers De Zhaan dan
semua kasus ini terjadi di Jawa Barat dan setelah itu rabies menyebar
ke daerah Indonesia lainnya. Rabies adalah suatu penyakit menular akut yang
menyerang susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini bersifat Zoonotik
(penyakit hewan yg dpt menular ke manusia melalui gigitan hewan terutama anjing
kucing dan kera. Penyakit ini bila sudah menunjukan gejala klinis
pada hewan atau manusia selalu diakhiri dengan kematian, sehingga mengakibatkan timbulnya
rasa cemas & takut bagi orang yg terkena gigitan & kekhawatiran serta
keresahan bagi masyarakat pada umumnya. Maka dari itu penyakit rabies dikatakan penyakit yang cukup membahayakan.
Kali ini RGS FM bersama Dinas Kesehatan Karangasem dalam program JUMINTAN, Jumat Informasi Kesehatan menjelaskan terkait dengan penyakit rabies.
Diimbau juga agar hewan yang menggigit harus segera dilaporkan ke
Dinas Peternakan setempat guna pemeriksaan dan observasi. Adapun cara-cara agar hewan sahabat setia tidak tertular virus rabies diantaranya adalah hewan dibawa ke Dinas Peternakan
atau dokter hewan untuk mendapatkan Vaksin Rabies secara teratur setiap tahun, Anjing,Kucing dan kera
peliharaan sebaiknya jangan dilepas
keluar pekarangan, pila anjing akan dibawa keluar pekarangan rumah
harus di ikat dengan rantai dan memakai berangus.
Untuk di Karangasem sendiri terdapat kasus rabies masih cukup tinggi, sampai dengan bulan Juli 2021 sebanyak 1.835 kasus dengan (rata-rata 9
orang/hari) menurun dari dari
tahun 2019 yakni rata-rata 12 orang/hari). Sebagian besar kasus ini digigit oleh anjing “Liar”. Tingkat penggunaan VAR masih
cukup tinggi dan kasus kematian paling tinggi di Bali sebanyak 47 kasus.
Nah, apabila sahabat setia ada menemukan kasus gigitan anjing liar yang masih belum pasti rabies atau tidak, bagusnya langsung menginformasikan kepada Dinas Kesehatan setempat agar diberi penanganan ya.



Komentar
Posting Komentar